Skip to main content

Posts

Tentang Mama di Akhir Cerita #2

Waktu itu hari Selasa. Aku masih seneng banget, karena mama habis senyum-senyum setelah dibeliin kursi plastik untuk mandi. Seperti biasa pagi-pagi sebelum berangkat kerja aku harus cuci baju, ditemenin sama mama di samping mesin cuci. Mama senderan di sebelah mesin cuci. Katanya pusing banget nggak kuat. Bodohnya, aku masih tetep fokus sama nyuci baju. ** Mama itu orang yang paling kuat waktu lagi sakit. That's why..... jujur aja aku kadang nggak percaya kalau mama bisa sakit sampe bener-bener lemes:'). DUMB YOU AIRIN!! :'( ** Sebelum berangkat kerja, aku pamitan sama mama. Ada yang beda kali ini, mama nggak di kasur lagi. Tapi di meja makan, sambil tetep senderan di tembok. Mama bilang "Soalnya kalau orang sakit, nggak dipaksa untuk sembuh, ya sakit terus." And then aku pamitan kerja seperti biasa. Nggak ada firasat apa-apa, cuma aku nggak tau kalau pagi itu adalah pagi terakhir kalinya mama bilang "iya, hati-hati ya, lebih baik telat dar...
Recent posts

Tentang Mama di Akhir Cerita #1

Pagi itu, Senin, menjelang akhir bulan Oktober, untuk pertama kalinya aku pergi ke kantor dengan rasa yang bener-bener berat buat ninggalin rumah. Iya abis nggak sengaja ngomong sama mama dengan intonasi yang ‘sedikit’ menggertak. ** Mama= nenek. Dari kecil aku sudah tinggal bertiga, sama mama dan kakak perempuanku, Puput. Ceritanya gimana? Aku juga masih bingung dan lupa terus kalau mau nanya ke mama. Intinya mama bilang “Kalo ada temen laki-laki yang pengen kenalan sama ibumu, ya sini ajak ke mama aja. Nggak usah jauh-jauh ke jogja.” Hmm  :’) ** Sampai di kantor mataku sedikit berkaca-kaca. Hati rasanya menimang-nimang gimana perasaan mama sekarang, setelah aku gertak tadi, padahal cuma ngebahas masalah sepele mau masak apa nanti malem. Udah sebulan ini mama cuma baring di kasur. Sepulang dari acara keluarga di jogja, mama sakit. Setiap hari sabtu, pulang kerja aku selalu antar mama ke klinik. Semua normal, nggak ada yang bermasalah, cuma ada ur...

-berbagi.

“Hidup itu bagaikan roda, berputar dari bawah ke atas, dan sebaliknya.” Klise memang. Tapi coba deh diinget lagi? Dan cocokin sama apa yang udah kita lewatin sepanjang hidup. Kayaknya pepatah itu yang harus aku pegang juga buat ngehadapin kehidupan setelah lulus kuliah ini, tahun 2018. Setelah berbagai macam petualangan yang cenderung menyenangkan di tahun 2016 dan 2017. Yap, 2016-2017 bisa   aku bilang tahun-tahun dimana aku ngerasa seperti roda yang lagi ada di bagian atas. 2016, jadi tahun waktu aku bisa travelling, ikut banyak kegiatan kampus, dan nambah temen-temen baru. Awal 2016 akhirnya seseorang dari Bali dateng ke Surabaya buat #CUTILDR untuk yang pertama kalinya selama beberapa hari.  Tengah tahun aku gabung di himpunan jurusan dengan drama di sepanjang jalan tapi ternyata aku kuat dan bertahan sampai lengser. Terus ada studi kampus ke Jogja, meskipun agak fail dan duit abis untuk menutupi kebutuhan perut di sana, tapi seenggaknya namba...